Sabtu, 01 Desember 2012

Darah


Darah tersusun dari komponen-komponen eritrosit, leukosit, trombosit dan plasma yang mengandung faktor pembekuan. Pemberian komponen darah yang diperlukan saja dapat dibenarkan daripada pemberian whole blood yang lengkap, prinsip ini lebih ditekankan lagi pentingnya di bidang pediatri dikarenakan bayi maupun anak yang sedang tumbuh tidak perlu diganggu sistem imunologisnya oleh antigen yang tidak diperlukan. Pemberian whole blood hanya dilakukan atas indikasi anemia pasca perdarahan yang akut dan untuk transfusi tukar.
 Macam-macam bentuk sediaan darah dan komponen darah
a. Darah lengkap (whole blood)
Darah lengkap mempunyai komponen utama yaitu eritrosit, darah lengkap juga mempunyai kandungan trombosit dan faktor pembekuan labil (V, VIII). Volume darah sesuai kantong darah yang dipakai yaitu antara lain 250 ml, 350 ml, 450 ml. Dapat bertahan dalam suhu 4°±2°C. Darah lengkap berguna untuk meningkatkan jumlah eritrosit dan plasma secara bersamaan. Hb meningkat 0,9±0,12 g/dl dan Ht meningkat 3-4 % post transfusi 450 ml darah lengkap.
b. Sel darah merah
·         Packed red cell
Packed red cell diperoleh dari pemisahan atau pengeluaran plasma secara tertutup atau septik sedemikian rupa sehingga hematokrit menjadi 70-80%. Volume tergantung kantong darah yang dipakai yaitu 150-300 ml. Suhu simpan 4°±2°C. Lama simpan darah 24 jam dengan sistem terbuka.(3)
Packed cells merupakan komponen yang terdiri dari eritrosit yang telah dipekatkan dengan memisahkan komponen-komponen yang lain. Packed cells banyak dipakai dalam pengobatan anemia terutama talasemia, anemia aplastik, leukemia dan anemia karena keganasan lainnya. Pemberian transfusi bertujuan untuk memperbaiki oksigenasi jaringan dan alat-alat tubuh. Biasanya tercapai bila kadar Hb sudah di atas 8 g%.
Dosis transfusi darah didasarkan atas makin anemis seseorang resipien, makin sedikit jumlah darah yang diberikan per et mal di dalam suatu seri transfusi darah dan makin lambat pula jumlah tetesan yang diberikan. Hal ini dilakukan untuk menghindari komplikasi gagal jantung. Dosis yang dipergunakan untuk menaikkan Hb ialah dengan menggunakan rumus empiris:
Kebutuhan darah (ml) = 6 x BB (kg) x kenaikan Hb yang diinginkan.
Penurunan kadar Hb 1-2 hari pasca transfusi, maka harus dipikirkan adanya auto immune hemolytic anemia. Hal ini dapat dibuktikan dengan uji coombs dari serum resipien terhadap eritrosit resipien sendiri atau terhadap eritrosit donor. Keadaan demikian pemberian washed packed red cell merupakan komponen pilihan disamping pemberian immuno supressive (prednison, imuran) terhadap resipien.(2)
·         Red cell suspension
Dibuat dengan cara mencampur packed red cell dengan cairan pelarut dalam jumlah yang sama.
·         Washed red cell
Washed red cell diperoleh dengan mencuci packed red cell 2-3 kali dengan saline, sisa plasma terbuang habis. Berguna untuk penderita yang tak bisa diberi human plasma. Kelemahan washed red cell yaitu bahaya infeksi sekunder yang terjadi selama proses serta masa simpan yang pendek (4-6 jam). Washed red cell dipakai dalam pengobatan aquired hemolytic anemia dan exchange transfusion.(3)
  • Darah merah pekat miskin leukosit
Kandungan utama eritrosit, suhu simpan 4°±2°C, berguna untuk meningkatkan jumlah eritrosit pada pasien yang sering memerlukan transfusi. Manfaat komponen darah ini untuk mengurangi reaksi panas dan alergi.(6)

c. Suspensi granulosit/leukosit pekat
Kandungan utama berupa granulosit dengan volume 50-80 ml. Suhu simpan 20°±2°C. Lama simpan harus segera ditransfusikan dalam 24 jam.(6)
Transfusi granulosit diberikan bila penderita nutropenia dengan panas tinggi telah gagal diobati dengan antibiotik yang tepat lebih dari 48 jam. Transfusi granulosit diberikan kepada para penderita leukemia, penyakit keganasan lainnya serta anemia aplastik yang jumlah leukositnya 2000/mm3 atau kurang dengan suhu 39°C atau lebih.
Donor dari keluarga terdekat akan memperkecil kemungkinan reaksi transfusi. Bila tidak diperoleh donor yang cocok golongan ABO-nya maka dapat dipilih donor golongan O. Komponen suspensi granulosit harus diberikan segera setelah pembuatan dan diberikan secara intravena langsung atau dengan tetesan cepat. Efek pemberian transfusi granulosit ini akan tampak dari penurunan suhu, bukan dari hitung leukosit penderita. Penurunan suhu terjadi sekitar 1-3 hari pasca transfusi.(2)
d. Suspensi trombosit
Pemberian trombosit seringkali diperlukan pada kasus perdarahan yang disebabkan oleh kekurangan trombosit. Pemberian trombosit yang berulang-ulang dapat menyebabkan pembentukan thrombocyte antibody pada penderita. (3)
Transfusi trombosit terbukti bermanfaat menghentikan perdarahan karena trombositopenia. Indikasi pemberian komponen trombosit ialah setiap perdarahan spontan atau suatu operasi besar dengan jumlah trombositnya kurang dari 50.000/mm3. misalnya perdarahan pada trombocytopenic purpura, leukemia, anemia aplastik, demam berdarah, DIC dan aplasia sumsum tulang karena pemberian sitostatika terhadap tumor ganas. Splenektomi pada hipersplenisme penderita talasemia maupun hipertensi portal juga memerlukan pemberian suspensi trombosit prabedah. Komponen trombosit mempunyai masa simpan sampai dengan 3 hari.(2)
Macam sediaan:
  • Platelet Rich Plasma (plasma kaya trombosit)
Platelet Rich Plasma dibuat dengan cara pemisahan plasma dari darah segar. Penyimpanan 34°C sebaiknya 24 jam.
  • Platelet Concentrate (trombosit pekat)
Kandungan utama yaitu trombosit, volume 50 ml dengan suhu simpan 20°±2°C. Berguna untuk meningkatkan jumlah trombosit. Peningkatan post transfusi pada dewasa rata-rata 5.000-10.000/ul. Efek samping berupa urtikaria, menggigil, demam, alloimunisasi Antigen trombosit donor.(6)
Dibuat dengan cara melakukan pemusingan (centrifugasi) lagi pada Platelet Rich Plasma, sehingga diperoleh endapan yang merupakan pletelet concentrate dan kemudian memisahkannya dari plasma yang diatas yang berupa Platelet Poor Plasma. Masa simpan ± 48-72 jam.(3)
e. Plasma
Plasma darah bermanfaat untuk memperbaiki volume dari sirkulasi darah (hypovolemia, luka bakar), menggantikan protein yang terbuang seperti albumin pada nephrotic syndrom dan cirhosis hepatis, menggantikan dan memperbaiki jumlah faktor-faktor tertentu dari plasma seperti globulin.(3)
Plasma diperlukan untuk penderita hiperbilirubinemia. Komponen albumin di dalam plasma yang diperlukan untuk mengikat bilirubin bebas yang toksis terhadap jaringan otak bayi. Tindakan ini biasanya mendahului suatu tindakan transfusi tukar. Dosis yang diperlukan ialah 35 ml/kgbb. Penggunaan sebagai plasma expander pada renjatan, substitusi protein pada kesulitan masukan oral jarang dilakukan.(2)
Macam sediaan plasma adalah:
·         Plasma cair
Diperoleh dengan memisahkan plasma dari whole blood pada pembuatan packed red cell.
·         Plasma kering (lyoplylized plasma)
Diperoleh dengan mengeringkan plasma beku dan lebih tahan lama (3 tahun).
·         Fresh Frozen Plasma
Dibuat dengan cara pemisahan plasma dari darah segar dan langsung dibekukan pada suhu -60°C. Pemakaian yang paling baik untuk menghentikan perdarahan (hemostasis).(3)
Kandungan utama berupa plasma dan faktor pembekuan labil, dengan volume 150-220 ml. Suhu simpan -18°C atau lebih rendah dengan lama simpan 1 tahun. Berguna untuk meningkatkan faktor pembekuan labil bila faktor pembekuan pekat/kriopresipitat tidak ada. Ditransfusikan dalam waktu 6 jam setelah dicairkan. Efek samping berupa urtikaria, menggigil, demam, hipervolemia.(6)
·         Cryopresipitate
Komponen utama yang terdapat di dalamnya adalah faktor VIII atau anti hemophilic globulin (AHG), faktor pembekuan XIII, faktor Von Willbrand, fibrinogen. Penggunaannya ialah untuk menghentikan perdarahan karena kurangnya AHG di dalam darah penderita hemofili A. AHG tidak bersifat genetic marker antigen seperti granulosit, trombosit atau eitrosit, tetapi pemberian yang berulang-ulang dapat menimbulkan pembentukan antibodi yang bersifat inhibitor terhadap faktor VIII. Karena itu pemberiannya tidak dianjurkan sampai dosis maksimal, tetapi sesuai dosis optimal untuk suatu keadaan klinis.(2)
Pembuatannya dengan cara plasma segar dibekukan pada suhu -60°C, kemudian dicairkan pada suhu 4-6°C. Akibat proses pencairan terjadi endapan yang merupakan cryoprecipitate kemudian dipisahkan segera dari supernatant plasma.(3)
Suhu simpan -18°C atau lebih rendah dengan lama simpan 1 tahun, ditransfusikan dalam waktu 6 jam setelah dicairkan. Efek samping berupa demam, alergi.
·         Heated plasma
Plasma dipanaskan pada suhu 60°C selama 10 jam. Bahaya hepatitis berkurang. Heated plasma mengandung albumin 88%, globulin 12%, NaCL 0,06%, coprylic acid Na 0,02%, Na acetyl tuphtophen 0,02%, natrium cone 50 mEq/L
·         Albumin
Dibuat dari plasma, setelah gamma globulin, AHF dan fibrinogen dipisahkan dari plasma. Kemurnian 96-98%. Dalam pemakaian diencerkan sampai menjadi cairan 5% atau 20% 100 ml albumin 20% mempunyai tekanan osmotik sama dengan 400 ml plasma biasa


Panas Tubuh

Panas adalah produksi dari metabolisme tubuh.
Metabolisme tubuh yang menghasilkan panas :
  1. Laju metabolisme basal
  2. Laju cadangan metabolisme yang disebabkan oleh aktivitas otot, termasuk kontraksi pada orang yang menggigil.
  3. Metabolisme yang disebabkan oleh hormon tiroksin
  4. Metabolisme tambahan yang disebabkan oleh efek epinefrin, non epinefrin, dan perangsangan simpatis terhadap sel.
  5. Metabolisme yang disebabkan aktivitas kimiawi di dalam sel, terutama bila temperatur tubuh sel meningkat.
Sebagian besar produksi panas di dalam tubuh dihasilkan oleh organ dalam seperti otak, hati, jantung, dan juga dihasilkan oleh otot rangka selama kerja.
Panas kemudian dihantarkan ke kulit lalu hilang ke udara dan sekitarnya.
Kehilangan panas ditentukan oleh :
  1. Kecepatan panas dapat dikonduksi dari dalam tubuh ke kulit
  2. Kecepatan panas hilang dari kulit ke udara atau ke lingkungan sekitar
Kulit, jaringan subkutan, dan terutama lemak dari jaringan subkutan merupakan penyekat panas tubuh.
Makin tebal penyekat panas seseorang makin lambat kecepatan panas di hantarkan dari organ dalam ke kulit.

Efek pakaian:
  • Pakaian berperan pada kehilangan panas secara konduksi dan evaporasi
  • Pakaian mengurung panas di antara kulit dan bahan pakaian
  • Akibatnya kehilangan panas tubuh melalui konduksi dan evaporasi dapat ditekan.
Regulasi tubuh terjadi melalui mekanisme volunter dan involunter, terdiri dari keduanya mekanisme menghasilkan panas dan pelepasan panas.
Penghasil panas
  • Vasokontriksi perifer untuk menghambat kehilangan panas
  • Kontraksi involunter otot rangka (menggigil)
  • Peningkatan katabolisme
Pelepasan panas
  • Vasodilatasi untuk mencetuskan pelepasan panas
  • Berkeringat

Keputihan


Leukorea (white discharge, flour albus, keputihan) adalah nama gejala yang diberikan kepada cairan yang dikeluarkan dari alat-alat genital yang bukan berupa darah. Dalam kondisi normal, kelenjar pada serviks menghasilkan suatu cairan jernih yang keluar, bercampur dengan bakteri, sel-sel vagina yang terlepas dan sekresi dari kelenjar Bartolini.
Dinding bagian dalam vagina          lendir           mulut vagina
Lendir vagina berfungsi untuk :
ü  Melumasi dinding dalam vagina
ü  Menjaga keseimbangan populasi flora normal vagina
ü  Mengurangi gesekan antar dinding ketika seorang wanita berjalan
ü  Memudahkan intercourse dan mencegah gesekan penis
Flora normal vagina:
ü  Candida sp
ü  Corineba cterium
ü  Bacteroides
ü  Mycoplasma
ü  Gardnerella
ü  Mobilumcuc
ü  Peptostreptococcus
Gangguan keputihan akan muncul jika terjadi perubahan keseimbangan flora normal. Jika salah satu spesies lainnya akan tumbuh sangat cepat sehingga menimbulkan gangguan keputihan.
Keputihan patogen merupakan peluruhan sel-sel epitel vagina karena adanya rangsangan dar bacillus normal vagina apabila terdapat bakteri yang masuk atau terjadi perubahan pH vagina.
Keputihan pada anak-anak bisa disebabkan oleh:
ü  Kelainan alat kelamin didapat atau bawaan
Jika keputihan bercampur dengan urin atau feses, maka dapat terjadi akibat adanya lubang kecil (fistel) dari vesica uriaria atau usu ke vagina akibat cacat bawaan.
Pengobatannya dengan cara operasi penutupan fistel tersebut dari vagina.
ü  Parasit yang menyebabkan keputihan pada anak-anak adalah cacing kremi. Terutama pada anak-anak perempuan yang suka bermain di tanah. Cacing ini biasanya menjalar dari anus sampai vagina. Keputihannya terasa sangat gatal sehingga di garuk dan menimbulkan luka.
ü  Pemakaian bedak talk
Bedak talk yang tidak sengaja masuk ke vagina akan dianggap benda asing oleh bacillus normal vagina dan bacillus ini akan merangsang dinding vagina menghasilkan lendir yang lebih banyak untuk mengeluarkan talk tersebut.
ü  Cara cebok yang salah
Keputihan pada wanita usia subur bisa disebabkan oleh:
ü  Antibiotic kontrasepsi, hubungan seksual, stress, hormone memacu pertumbuhan bakteri pathogen sehingga menaikan pH vagina, pelepasan sel-sel vagina dan timbulnya bau pada flour albus
ü  Deodorant vagina
ü  Sabun
ü  Cairan antiseptic untuk mandi
ü  Pembersih vagina
ü  Celana yang ketat dan tidak menyerap keringat

Bahaya Anak Tersedak dan Cara Penanganannya


Anak-anak dengan reflek menelan yang belum sempurna lebih mudah tersedak benda kecil.
Ø  Oksigen berkurang
Yang harus dilakukan sebelum melakukan pertolongan pertama, langkah yang dilakukan:
¨      Suruh anak untuk membatukkan benda yang menyebabkan tersedak . batuk yang cukup kuat diperlukan utuk mengeluarkan benda penyebab tersedak. Bila anak masih bisa bicara, anda masih bisa tenang karena pada umumnya mereka bisa mengeluarkan benda hanya dengan membatukkannya.
¨      Jika dengan batuk, benda penyebab tersedak tidak juga bisa keluar. Mintalah ia batuk sambil membungkuk atau posisi kepala lebih rendah agar gaya gravitasi membantu ia mengeluarkan benda tersebut. Jika tidak berhasil juga, lakukan tindakan pertolongan pertama dengan manuver Heimlich:
a.       Manuver Heimlich untuk bayi kurang dari 1 tahun
*      Baringkan bayi dengan wajah menghadap ke bawah dan jari-jari tangan kanan anda menahannya di bahu dan di leher bayi, dengan lengan bawah kiri sebagai landasan.
*      Tepuk sebanyak 5 kali di punggungnya.
*      Jika gagal balikkan badannya hingga wajahnya menghadap anda, lalu dengan 2 jari anda, tekan sebanyak 5 kali di tulang dada bagian bawah, kurang lebih satu jari dari garis yang dibentuk oleh kedua puting susu bayi.
*      Periksa mulut dan ambil semua benda yang dapat anda lihat
*      Ulangi sesering mungkin jika diperlukan
*      Bila bayi tidak sadar, mulailah resusitasi dan bawalah ke rumah sakit
b.      Manuver Heimlich untuk anak lebih dari 1 tahun dan dewasa
*      Berdiri dibelakang anak, carilah bagian bawah iganya
*      Letakkan telapak tangan anda di perut anak di atas pusarnya dan buat kepalan. Bagian jempo berda pada perut anak.
*      Letakkan telapak tangan sisi lain di atas kepalan
*      Tekan perut ke arah atas sampai benda terpental keluar
Perhatikan kekuatan tekanan sesuai keadaan fisik anak.
Ø  Tersedak ASI dan susu
¨      Jika bayi punya riwayat tesedak  ASI banyak, maka ASI harus dikeluarkan dulu sedikit, kemudian baru di berikan kepada bayi
¨      Susui bayi dengan cara yang benar
¨      Keluarkan cairan tersebut dengan cara bayi dibaringkan miring atau di telungkupkan

Ø  Tersedak makanan
¨      Perhatikan cara pemberian makan secara bertahap pada anak sejak usia 6 bulan
¨      Volume makanan yang dimasukkan ke mulut bayi harus disesuaikan dengn kemampuan bayi dalam mengunyah dan menelan, juga besar kecilnya mulut si bayi
¨      Jika makanan msih semi padat, maka cara mengatasinya bisa dengan memberikan minum apabila tersedak ringan kalau sudah lewat fase itu si bayi harus diposisikan tengkurap

Penanganan Luka Bakar


Penyebab yang sering :
Ø  Tertekan air panas, minyak panas dan uap panas
Ø  Kontak dengan benda panas (setrika, kompor)
Ø  Terkena bahan kimia (asam sulfat)
Ø  Sengatan listrik
Ø  Terpapar lama dengan sinar matahari
Jenis luka bakar :
·         Luka bakar derajat 1 : paling ringan, mengenai lapisan kulit terluar. Kulit terlihat kemerahan, nyeri, sedikit bengkak tapi tidak ada lepuh, berwarna putih jika ditekan. Sembuh dalam waktu 3-6 hari.
·         Luka bakar derajat 2 : lebih berat, mengenai sampai lapisan kulit yang berikutnya,. Kulit melepuh nyeri lebih hebat dan kulit kemerahan, waktu sembuh bergantung pada luasnya luka bakar.
·         Luka bakar derajat 3 : paling berat dan mengenai seluruh lapisan kulit serta jaringan sekitarnya. Permukaan kulit bisa terlihat berlemak, keras dan kasar maupun hangus. Karena bisa terjadi kerusakan saraf maka pada awal biasanya tidak terasa nyeri atau sedikit nyeri. Waktu penyembuhan sangat tergantung pada luasnya luka.
Penanganannya
a.    Dapatkan segera pertolongan medis apabila:
·         Diduga  luka bakar derajat 2 atau 3
·         Luka bakar luas walaupun Nampak ringan, jangan menggunakan kompres basah dan tutup daerah luka dengan kain/handuk yang bersih dan kering.
·         Luka bakar oleh karena bahan kimia, api dan listrik
·         Luka bakar di daerah wajah, kulit kepala, tangan, permukaan sendi serta alat kelamin
·         Luka bakar yang kelihatan terinfeksi
b.    Untuk luka bakar derajat 1:
·         Segera lepaskan pakaian yang menutupi luka
·         Alirkan air bersih pada daerah yang terkena, daerah luka dikompres dingin sampai nyeri berkurang
·         Jangan diolesi apapun termasuk mentega, minyak, serbuk obat pada luka
·         Bila kulit yang luka hanya sedikit, tutup dengan kasa steril
·         Berikan sirup parasetamol atau ibuprofen untuk mengurangi sakit
c.    Untuk luka bakar derajat 2 atau 3:
·         Baringkan tubuh
·         Lakukan instruksi untuk luka bakar derajat 1
·         Lepas semua aksesoris dan pakaian yang menutupi
·         Taruh kasa steril basah diatas daerah luka

Air


Air  adalah substansi kimia dengan rumus H2O; satu molekul air tersusun atas dua atom hydrogen yang terikat secara kovalen pada satu atom oksigen.
Air  bersifat tidak berwarna, tidak berasa dan tidak berbau pada kondisi standar, yaitu tekana n 100 kPa (1 bar) dan temperature 273,15 K (0 o C).
Informasi dan sifat-sifat air
Ø  Nama sistematis   :               air
Ø  Nama alternative  :               aqua, dihidrogen monoksida, hydrogen hidroksida
Ø  Massa molar            :               18.0153 g/mol
Ø  Titik  lebur               :               0oC (273,15 K) (32oF)
Ø  Titik  didih              :               100oC (373,15 K) (212oF)
Ø  Kalor  jenis               :               4184 j/ (kg.K) (cairan pada 20oC)

Fungsi air
·         Pelarut dan alat angkut
·         Katalisator
·         Pengatur suhu
·         Peredam benturan
·         Fasalisator pertumbuhan
·         Pelumas
Keseimbangan air
Yaitu  keseimbangan antara jumlah caira yang masuk dan keluar tubuh.
Konsumsi air terdiri atas air yang diminum dan yang diperoleh dari makanan serta dari hasil metabolisme.
Air  yang keluar dari tubuh termasuk yang dikeluarkan sebagai urine, air dalam feses, dan air yang dikeluarkan melalui kulit dan paru-paru.
Masukkan air
Jumlah (mL)
Ekskresi / keluaran air
Jumlah (mL)
Cairan
550 - 1500
Ginjal
500 – 1400
Makanan
700 – 1000
Kulit
450 – 900
Air  metabolik
200 – 2800
Paru-paru
350

1450 - 2800
Feses
150